Jawa timur (JATIM) merupakan salah satu provinsi di
bagian timur pulau jawa, Indonesia dengan ibu kota Surabaya. Luas wilayah jawa
timur kurang lebih 49.922 km2. Jawa timur berbatasan dengan laut
jawa di utara, selat bali di timur, samudra hindia di selatan dan jawa tengah
di barat.
Kebanyakan penduduk jawa timur adalah penganut agama
islam dan beretnis jawa dan madura. Jawa timur juga memiliki beberapa lagu
daerah seperti: Rek Ayo Rek, Cublak-Cublak Suweng, Kerraban Sape, Tanduk
Majeng, dan Ole Olang. Rumah Tradisional Jawa Timur Yaitu Rumah Joglo dan
Tanean Lanjhang.
Jawa timur memiliki beragam kesenian khas. Ragam
kesenian itu antara lain:
Ø Ludruk
Ludruk adalah
suatu kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. Ludruk merupakan suatu drama
tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang dipergelarkan di
sebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari,
cerita perjuangan, dan sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi
dengan gamelan sebagai musik
Ludruk merupakan seni teater tradisional asli Jawa
Timur. Ludruk sangatlah berbeda dengan ketoprak dari Jawa Tengah maupun
Yogjakarta, lenong dari DKI Jakarta, maupun longser dari Jawa Barat. 4 kesenian
tersebut selalu mengambil kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng) dan
bersifat menyampaikan pesan tertentu. Sementara ludruk menceritakan cerita
hidup sehari-hari dari kalangan wong cilik, bersifat sangat menghibur sehingga
membuat penontonnya tertawa terpingkal-pingkal.
Ø Reog
(Ponorogo)
Reog adalah salah satu seni budaya yang berasal dari
Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang
sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua
sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu
budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau
mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
Reog yang sempat
diklaim sebagai tarian dari Malaysia merupakan kesenian khas Ponorogo yang
telah dipatenkan sejak tahun 2001, reog kini juga menjadi icon kesenian Jawa
Timur. Pementasan reog disertai dengan jaran kepang (kuda lumping) yang
biasanya kental dengan suasana supranatural. Seni terkenal Jawa Timur lainnya
antara lain wayang kulit purwa gaya Jawa Timuran, topeng dalang di Madura, dan
besutan. Di daerah Mataraman, kesenian Jawa Tengahan seperti ketoprak, dan
wayang kulit cukup populer. Legenda terkenal dari Jawa Timur antara lain
Damarwulan, Angling Darma, dan Sarip Tambak-Oso.
Ø Topeng
dalang
Topeng Dalang adalah jenis teater rakyat yang
didalamnya terkandung unsur tari, musik, pedalangan dan lakon.
Kesenian rakyat Madura ini diperkirakan telah
berkembang sejak abad ke XV, pada saat Prabu Menak Sanoyo, cucu Prabu Brawijaya
dari kerajaan Majapahit yang memerintah Paropo, Pamekasan, yang ingin
menghidupkan pewayangan dan seni pedalangan di Madura.
Mulanya, wayang topeng atau topeng dalang ini hanya dimainkan oleh kerabat keraton karena tujuannya untuk menghormati para tamu agung yang datang ke keraton Jambringen.Namun lambat laun, kesenian ini keluar dari pintu keraton dan mulai menyebar hingga segala penjuru Pulau Madura. Lakon cerita dalam topeng wayang gaya Madura ini intinya sama dengan wayang kulit, yakni lakon Mahabharata dan Ramayana. Dalam pertunjukannya, Topeng Dalang akan melibatkan 15-25 pemain dalam setiap lakon yang dipentaskan semalam suntuk.
Sebelum dimulai, pertunjukan Topeng Dalang diawali
dengan tarian yang disebut tari Gambu.
Di jaman dulu, hanya laki-laki yang boleh
mementaskan wayang topeng ini. Namun seiring dengan kemajuan zaman dan
kebutuhan masyarakat, maka akhirnya perempuan diperbolehkan ikut tampil dalam
kesenian ini
Seperangkat gamelan yang terdiri dari kendang,
gambang, saron, gong, kenong, gender, ponggang, bonang dan peking serta ada
kalanya ditambah dengan terompet khas Madura (Sronen) akan mengiringi
pementasan topeng dalang Madura ini.
Ø Ojung
OJHUNG adalah sebuah pertunjukan tradisional masyarakat Madura,khususnya Sumenep. Tradisi ojhung ini selalu dilakukan setiap musim kemarau panjang tiba. tujuannya tak lain untuk mendatangkan hujan. Peralatan yang digunakan dalam permainan yang sekaligus berfungsi sebagai senjata adalah tongkat rotan yang berfungsi sebagai alat pukul. Alat tersebut oleh masyarakat setempat disebut lapalo atau kol-pokol . Selain itu, pemain menggunakan pelindung kepala (bhungkus atau bhuko) dan pembalut lengan kiri (bulen atau tangkes) . Permainan diatur oleh seorang wasit yang oleh masyarakat setempat disebut bhubhuto. Dalam pelaksanaannya, pertunjukan tersebut diiringi oleh orkes okol yang peralatan musiknya terdiri atas ghambang dan dhuk-dhuk.
Ø Remo Sutina
Tari Remo
Sutinah merupakan salah satu tari tradisional rakyat. Tari Remo Sutinah ini
juga termasuk dalam tarian
tunggal karena tari
ini hanya ditarikan oleh
seorang penari saja. Namun
demikian Tari Remo Sutinah ini tidak mutlak harus ditarikan oleh satu
orang penari saja, seiring dengan perkembangan zaman dan permintaan
atau kebutuhan dari audien
tari Remo Sutinah
ini mulai mengalami perkembangan
dan dapat ditarikan oleh
beberapa orang penari dengan pola lantai yang sederhana.
Tari Remo
Sutinah adalah sebuah tarian yang
berkembang di kecamatan Prajekan
Kabupaten Bondowoso yaitu di sebuah padepokan Gema
Buana. Padepokan Gema Buana adalah
satu satunya padepokan yang mengembangkan atau melestarikan kesenian
tari Remo Sutinah karena pimpinan
dari padepokan Gema Buana
yaitu Pak Sugeng dipercaya
oleh bu Sutinah selaku pencipta
tari Remo Sutinah mampu
untuk menjaga, mengembangkan dan melestarikn tari Remo Sutinah. Tari
Remo Sutinah sendiri diciptakan
oleh seorang perempuan bernama Ibu Sutinah pada tahun
1960-an. Tari Remo Sutinah merupakan tari pembuka dari pertunjukan Ludruk.https://www.youtube.com/watch?v=klWEd9mpj_s
Analisis Struktur Gerak Tari Remo
Ø Persepsi
Tari Remo sutina merupakan tari selamat
datang khas bondowoso yang menggambarkan kharakter dinamis Masyarakat Jawa
Timur Yang dikemas sebagai gambaran keberanian seorang pangeran.
Ø Pengetahuan
Tari Remo sutina berasal dari Bondowoso.
Tari remo merupakan tari yang khusus dibawakan oleh penari laki – laki. Ini
berkaitan dengan lakon yang dibawakan dalam tarian ini. Pertunjukan tari remo
umumnya menampilkan kisah pangeran yang berjuang dalam sebuah medan
pertempuran. Sehingga sisi kemaskulinan penari sangat dibutuhkan dalam
menampilkan tarian ini.
Berdasarkan perkembangan sejarah tari
remo, dulunya tari remo merupakan seni tari yang digunakan sebagai pembuka
dalam pertunjukan ludruk. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi dari tari
remo pun mulai beralih dari pembuka pertunjukan ludruk, menjadi tarian
penyambutan tamu, khususnya tamu – tamu kenegaraan. Selain itu tari remo juga
sering ditampilkan dalam festival kesenian daerah sebagai upaya untuk
melestarikan budaya Jawa Timur. Oleh karena itulah kini tari remo tidak hanya
dibawakan oleh penari pria, namun juga oleh penari wanita. Sehingga kini muncul
jenis tari remo putri. Dalam pertunjukan tari remo putri, umumnya para penari
akan memakai kostum tari yang berbeda dengan kostum tari remo asli yang
dibawakan oleh penari pria.
Ø Pengertian
Tari remo adalah
tari putra yang berkaitan dengan pertunjukan ludruk, yaitu berfungsi sebagai
tarianpembukaan.
PengertianRemo: Remo
berarti rambut, karena dalam tari remo ada gerakan yang mempermainkan rambut
yaitu salah satunya disebut : tatasan ure rekmo (mengurai rambut).
Remo berasal dari
kata jawa remong yang artinya : sampur, karena tarian tersebut sangat dominan
menggunakan sampur
FungsiTari: Tari
remo murni merupakan tari pertunjukan.
Ø Analisa
I.
MUSIK
: tarian ini diiringi dengan musik gamelan dalam suatu gending yang terdiri
dari bonang, saron, gambang, gender, slentem, siter, seruling, ketuk, kenong,
kempul dan gong dan irama slendro.
II.
KOSTUM
: penarinya menggunakan jenis kostum yaitu sawonggaling yang terdiri dari
bagian atas hitam yang menghadirkan pakaian abad 18,celana bludru hitam dengan
hiasan emas dan batik.dipinggang ada sebuah sabuk dan keris .dipaha kanan ada
selendang menggantung sampai kemata kaki. penari perempuan memakai
simpul(sanggul)di rambutnya.
III.
GERAKAN
: Karakteristika yang paling utama dari Tari Remo adalah gerakan kaki yang
rancak dan dinamis. Gerakan ini didukung dengan adanya lonceng-lonceng yang
dipasang di pergelangan kaki. Lonceng ini berbunyi saat penari melangkah atau
menghentak di panggung. Selain itu, karakteristika yang lain yakni gerakan
selendang atau sampur, gerakan anggukan dan gelengan kepala, ekspresi wajah,
dan kuda-kuda penari membuat tarian ini semakin atraktif.
Ø Singo Ulung
Singo
Ulung adalah kesenian tari menggunakan barongan yang merupakan seni tradisional
dari Kabupaten Bondowoso . Tari tradisionalini diciptakan oleh seorang pemuda
brewok dengan pakaian kusam bernama Kiai Singo Wulu yang dihormati karena
kesaktiannya sekitar 400 tahun yang lalu. Kiai Singo adalah nama orang yang
datang dari Ponorogo yang merupakan masih keturuan dari kerabat bupati
Ponorogo, Batoro Katong.
Jasiman
sebagai penguasa hutan tidak mau mengalah, hingga pada saatnya Kiai Singo
mengubah wujudnya menjadi "Sardula Seta" atau harimau Putih. Jasiman
tidak mampu melawan Kiai Singo yang kian memojokannya dan tidak dapat berkutik,
pada akhirnya Jasiman mengalah dan meminta pertarungan di hentikan.
Jasiman
yang tidak tahu kedatangan Kiai Singo pun menjadi Sadar dan masuk agama Islam.
Kiai Singo merupakan pendekar sakti yang sudah beragama islam yang ternyata
satu perguruan dengan Jasiman, pemandangan yang biasa manusia dengan ilmu
tingkat tinggi mampu mengubah wujudnya menjadi siluman harimau.Hingga Jasiman
menikahkan adiknya bernama Muna dengan Kiai Singo dan berganti nama menadi
Muslihah, karena Kiai Singo di rasa cocok karena sangat sederhana dari
penampilannyayang terkesan ulung.
Ø Topeng Kona
Topeng Kona yang artinya Topeng
Kuno. Asal usul Topeng Kona berangkat dari Desa Blimbing, Kecamatan Klabang,
Kabupaten Bondowoso. Mengapa disebut Topeng Kona? Karena sebelum topeng lain
ada atau perkembangan topeng versi lain ada, khususnya di Desa Blimbing, topeng
tersebut ada pertama kali.
Ø Tembang Macapat
Kesenian asli macapat merupakan
salah satu bentuk puisi tradisional dalam kesustraan Jawa, menggunakan bahasa
Jawa, diciptakan oleh masyarakat tradisional yang digolongkan ke dalam karya
sastra Jawa Klasik.
Kesenian macapat ini berkembang berkembang di Kabupaten Bondowoso
merupakan hasil dari perpaduan antara budaya Madura dengan budaya Jawa. Unsur
budaya Madura yang terkandung dalam kesenian macapat dapat dilihat dari bahasa
yang digunakan yaitu bahasa Madura, karena masyarakat Bondowoso mayoritas
berasal dari suku Madura. Sedangkan budaya Jawa yang dipakai yaitu jenis
tembang yang biasanya digunakan dalam tembang
Jawa, meskipun ada sebagian jenis tembang
yang memiliki nama yang berbeda, namun pada dasarnya isi dan kandungan
tembang masih sama. Perpaduan kebudayaan tersebut menyebabkan kesenian macapat
di Kabupaten Bondowoso memiliki ciri dan kekhasan tersendiri, namun tidak lepas
dari bentuk aslinnya.
Perkembangan kesenian macapat di Kabupaten Bondowoso tidak terlepas
dari peranan dan pengaruh dari orang – orang Madura yang melakukan migrasi ke
pantai utara pulau Jawa bagian Timur, khususnya di Kabupaten Bondowoso. Unsur
budaya yang disebarkan orang Madura di Kabupaten Bondowoso misalnya bahasa dan
kesenian. Selain itu migrasi orang Madura dapat berpengaruh terhadap
perkembangan budaya dan pola pemukiman. Para migrant Madura membawa bahasa ke
tempat baru dan mengembangkan seni, seni tradisional dari daerah asalnya. Oleh
karena itu, sampai sekarang masyarakat yang ada di Bondowoso mayoritas
menggunakan bahasa Madura sebagai alat komunikasi sehari – hari.
Dalam
perkembangannya kesenian macapat dijadikan sebagai salah satu bentuk ungkapan
seni yang pada akhirnya ikut serta dalam upacara, upacara adat, misalnya :
selamatan tujuh bulan usia kehamilan, kelahiran, khitanan, perkawinan, rokat (
ruwatan ), dan tolak bala.







Tentang Tari Remo Sutina, coba deh adakan lomba antar kelas espara. Espara Pasti Bisa.
BalasHapusIde yang bagus untuk melestarikan budaya daerah ke kancah internasional
BalasHapusMantap
BalasHapus